Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Tuesday, October 18, 2011

Tertunduk malu ...


Saya pasti tertunduk malu kalau hati saya bertanya apa yang telah saya kerjakan untuk kepentingan orang banyak. Rasanya masih banyak yang belum saya kerjakan untuk kepentingan orang banyak. Padahal berbuat kebaikan untuk orang banyak merupakan suatu tindakan yang mulia.

Tindakan mulia itu tidak harus berupa tindakan yang besar, bahkan tidakan kecil seperti menyingkirkan paku atau batu kecil di jalan yang bisa mencelakakan adalah tindakan yang mulia juga. Tentu saja besar kecilnya tindakan tadi diukur dari seberapa banyak orang yang merasakan manfaatnya. Alangkah indahnya apabila semakin tinggi seseorang semakin besar juga manfaatnya bagi orang lain.

Jadi tertunduk malu ...



Location : Jalan Kebon Sirih Timur Dalam, Jakarta Capital Region 10240,

Tuesday, October 11, 2011

Indahnya Kintamani


Pagi ini saya bersyukur bisa menikmati keindahan disekitar danau Batur.

Menginap di hotel Windhusara kepunyaan pak Nyoman Nuarta. Pak Nyoman bercerita bagaimana nuraninya terpanggil kembali ke pulau Bali walaupun sudah bekerja di salah satu perusahaan besar di Cilegon.

Menurut pak Nyoman, siapa lagi kalau bukan kita sendiri yang akan memajukan kampung halaman. Ketika saya perluas akhirnya menjadi siapa lagi kalau bukan kita sendiri yang akan memajukan negeri sendiri.

Menyintai negeri sendiri bukan berarti tanpa sikap kritis, tapi dilakukan dengan rasa tanggung-jawab untuk mencintai produk sendiri. Memberikan kesempatan kepada industri dalam negeri untuk berkembang. Ini terjadi tidak hanya di negara berkembang tetapi juga di negara-negara maju industri kecilnya diberi  kesempatan untuk berkembang.

Memang dibutuhkan kejelian untuk melihat peluang, tapi saya yakin, peluang itu selalu ada.




Location : Jalan Kebon Sirih Timur Dalam, Jakarta Capital Region 10240,

Wednesday, September 28, 2011

Ikhlas . . . .


Ketika menjelang Hari Raya Iedul Fitri 1432H, muncul beberapa iklan menarik dari beberapa BUMN yang secara tegas menyatakan tidak menerima bingkisan. Dari beberapa iklan tersebut, yang menarik perhatian saya adalah iklan dari PERTAMINA.

Iklan PERTAMINA menggunakan kalimat yang menarik "jangan ganggu keikhlasan kami bekerja buat negara". Penggunaan kata ikhlas yang tepat, yang secara halus mengatakan kami bekerja demi negara dengan jujur.

Mungkin sekarang cara memerangi korupsi dengan cara blak-blakan sudah tidak mempan, ada baiknya diubah dengan cara harus, ya seperti penggunaan kata ikhlas tadi. Mari kita mulai budayakan penggunaan kata ikhlas sebagai kata no to corruption. Semoga akan semakin banyak cara untuk memerangi korupsi.


Wednesday, September 21, 2011

Konsistensi


Mengembangkan suatu produk membutuhkan konsistensi. Itu pasti. Konsistensi dibutuhkan karena mengembangkan sesuatu yang belum pernah ada bukanlah hal yang mudah.

"Tidak ada pil pintar", itu salah satu pesan yang saya terima ketika masih bekerja sebagai engineer dibawah bimbingan pak Pribadi. Pengembangan adalah suatu proses yang berkesinambungan. Terus menerus dilakukan dengan konsisten. Mungkin pada awalnya, dari beberapa produk pengembangan hanya satu atau dua yang berhasil. Jangan menyerah, karena pengembangan yang terjadi tidak berupa produk tetapi justru kemampuan diri. Mengasah diri.

Dengan seiring waktu, konsistensi serta pengalaman bertambah. Pada kondisi matang, justru keadaan berbalik. Dari satu ide dasar, muncul beberapa produk baru. Itulah hasil kematangan serta konsistensi pengembangan produk. Pada tahap awal adalah pembiasaan pola berfikir dan konsistensi, and the rest will follow.

Ide atau kreativitas muncul karena pola berfikir yang terstruktur dalam menganalisa keadaan atau permasalahan. Sederhananya, kenali business process sebelumnya, kenali permasalahan yang dihadapi. Dengan mengenalnya berarti we almost win the war.

Semoga industri dalam negeri makin berkibar di nusantara.

Monday, September 19, 2011

Jalan Kenangan


Hari Sabtu kemarin ada acara Halal bihalal ikatan alumni di kampus tercinta. Sayangnya, acara tersebut hanya dihadiri oleh 7 orang teman seangkatan, padahal acaranya cukup meriah dan menarik.

Acaranya menarik karena dikemas dengan baik, tidak terlalu serius tetapi banyak pesan serius yang disampaikan. Salut panitia yang telah berhasil mengemas acara tersebut dengan baik. Salut juga kepada pembawa acara Elfi dan Giso yang telah mencairkan suasana.

Saya banyak bertemu dengan adik-adik kelas dan banyak mendengar cerita bagaimana mereka mengarungi kehidupan mereka. Sungguh suatu pembelajaran hidup yang menarik.

Ternyata optimisme saya tidak salah, masih banyak teman-teman kita yang yakin dan sangat yakin bahwa some how some day, bangsa kita menjadi banga yang lebih baik. It is getting there.

Idealisme yang terpelihara, rasa kebangsaan yang tinggi adalah modal dasar menuju kemajuan. Betul kita pernah terpuruk, betul banyak tantangan yang dihadapi, yakinlah masa depan yang lebih baik menanti.

Jadi ingat sebuah pesan, lebih baik berilmu dan berahlak. Selama kita masih mempunyai nurani, selama itulah ada harapan.

Salam berjuang.


Thursday, September 15, 2011

Selamat Jalan. . .


Terima kasih kawan,
Atas nasihat-nasihatmu untuk
Selalu berjuang untuk kebenaran
Selalu memberikan yang terbaik

Akan coba kupenuhi
Cita-cita kebenaranmu
Akan bangun sistem yang memadai
Yang disertai jalinan kemanusiaanmu

Aamiin.

ps. RT 091411

Wednesday, September 14, 2011

Keseimbangan Hidup


Dalam kehidupan, selalu ada keseimbangan. Sebagian orang mengambil contoh keseimbangan dengan kata ying dan yang. Sebagian lagi menyebutnya dengan berpasang-pasangan, baik dengan buruk, benar dengan salah dan besar dengan kecil.

Keseimbangan yang saya maksud adalah keseimbangan pada hubungan serta tujuan kita hidup. Kita tidak hidup sendiri, tetapi hidup dalam suatu lingkungan, komunitas. Bermasyarakat, kalau saya meminjam istilah dulu. Kehidupan bermasyarakat ini harus dijaga. Hubungan kita dengan anggauta masyarakat lain mencerminkan seberapa baik nilai kita. Semakin baik hubungan kita dengan masyarakat semakin baik juga kita dinilai oleh masyarakat.

Manusia penuh dengan keterbatasan, walaupun sudah hidup dalam masyarakat dengan baik. Banyak rahasia alam yang harus dipelajari, harus dimaknai. Dalam ketidakberdayaan tersebut, manusia harus selalu mengingat Sang Penciptanya. Hubungan manusia dengan Sang Penciptanya adalah hubungan personal yang akan selalu tercermin pada hubungannya dengan sesama masyarakat yang lain.

Kedua jenis hubungan tersebut haruslah seimbang, karena yang satu adalah sementara dan yang satu lagi adalah kekal. Alangkah bahagianya kalau keseimbangan antara kedua hubungan tersebut dapat terjaga dengan baik.

Hablumminnallah hablumminannas.




Location : Jalan Menteng, Jakarta Capital Region 10340,
Posted via &jar's &roid.